... Selamat Datang di Situs Resmi Kecamatan Teluk Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur ...

Sabtu, 18 Juni 2016

Lingkungan Hidup dan Perumahan

       Secara umum bangunan perumahan penduduk di Kabupaten Kotawaringin Timur berbahan dasar kayu. Tidak terkecuali di Kecamatan Teluk Sampit. Bangunan tempat tinggal di Kecamatan ini sebanyak 58 persen merupakan semi permanen, hanya 14 persen bangunan permanen yang berbahan dasar bata, pasir dan semen. Selain itu, di Kecamatan ini dapat juga ditemui bangunan tempat tinggal tidak permanen seperti rumah-rumah yang mengapung di atas sungai yang lebih dikenal dengan rumah lanting. Tercatat sebanyak 548 tempat tinggal tidak permanen atau sebesar 27 persen dari total bangunan tempat tinggal yang ada di Kecamatan Teluk Sampit.

    Kualitas dan fasilitas rumah dapat menunjukkan tingkat sosial ekonomi rumah tangga yang menempati. Pada tahun 2015, tercatat 44 persen rumah tangga di Kecamatan Teluk Sampit sudah menggunakan listrik. Tetapi, 55 persen rumah tangga di kecamatan ini masih mengandalkan minyak tanah sebagai sumber penerangan. Hal ini mengindikasikan bahwa distribusi listrik PLN di kecamatan ini tidak merata walaupun semua desa sudah dialiri listrik PLN. Seluruh rumah tangga yang ada di Kecamatan Teluk Sampit juga belum mempunyai akses terhadap air minum yang bersumber dari PDAM.

      Di tahun 2015 pembangunan bantuan perumahan relokasi abrasi pantai Ujung Pandaran juga telah dimulai. Bantuan perumahan untuk nelayan Desa Ujung Pandaran itu dibangun di lahan seluas 25,2 hektare berjarak tidak sampai satu kilometer dari bibir pantai atau perkampungan yang saat ini mereka tempati. Rumah yang dibangun jauh lebih representatif karena jika perumahan nelayan setempat umumnya terbuat dari kayu maka rumah bantuan pemerintah tersebut berkonstruksi beton. Bantuan perumahan yang diusulkan ke Pemerintah Pusat sebanyak 320 unit rumah, yang telah disetujui dan masih dalam tahap pembangunan 100 rumah, sisanya 220 rumah direncanakan akan dibangun pada tahun 2016 nanti. Seluruh rumah bantuan Kementerian Perumahan Rakyat itu ditargetkan rampung akhir 2016, dilengkapi fasilitas listrik dan sumber air bersih sehingga pemerintah secepatnya bisa segera merelokasi perkampungan nelayan di Desa Ujung Pandaran ke lokasi baru yang aman dari ancaman abrasi secara bertahap.

Gambar Pembangunan Perumahan Relokasi Abrasi Pantai Ujung Pandaran

Gambar Pembangunan Perumahan Relokasi Abrasi Pantai Ujung Pandaran

Gambar Pembangunan Perumahan Relokasi Abrasi Pantai Ujung Pandaran

Tabel Jumlah Bangunan Tempat Tinggal Menurut Kategori Per Desa

Tabel Jumlah Rumah Tangga Menurut Penggunaan Bahan Bakar Untuk Masak Per Desa

Tabel Jumlah Rumah Tangga Menurut Penggunaan Penerangan Per Desa


Share:
Diberdayakan oleh Blogger.